![]() |
| Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Sumber foto: SUARAPONTIANAK/SK |
PONTIANAK – Memasuki usia ke-69, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi pembangunan di berbagai sektor. Peringatan Hari Jadi ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum krusial bagi jajaran pemerintah untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat visi pembangunan lima tahun ke depan.
Setelah memimpin upacara peringatan HUT ke-69 di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar pada Rabu (28/1/2026), Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan arah kebijakan strategis yang akan menjadi prioritas pemerintah daerah.
Target Ambisius: 80 Persen Jalan Mantap dalam Lima Tahun
Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Gubernur Ria Norsan adalah peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kalimantan Barat tercatat berada di angka 60 persen. Menyadari pentingnya konektivitas bagi pertumbuhan ekonomi, Pemprov Kalbar menetapkan target ambisius untuk mencapainya hingga 80 persen dalam lima tahun mendatang.
"Target kita adalah meningkatkan kondisi jalan mantap menjadi 80 persen. Meski saat ini masih di angka 60 persen, kami optimis melalui perencanaan yang terukur dan berkelanjutan, sisa empat tahun ke depan akan menjadi fase percepatan untuk mencapai target tersebut," ujar Ria Norsan.
Fokus Pembangunan Ruas Jalan Strategis
Di tahun 2026, sejumlah proyek strategis mulai dijalankan. Salah satunya adalah pembangunan ruas jalan Pesaguan–Kendawangan yang membentang sepanjang lebih dari 100 kilometer. Wilayah ini dinilai sangat vital karena menjadi pusat aktivitas ekonomi, mulai dari sektor pertambangan bauksit hingga pasir silika.
Selain itu, percepatan juga difokuskan pada jalur Teluk Batang–Sukadana dan Ketapang–Sukadana. Langkah ini diambil tidak hanya untuk mendukung mobilitas harian warga, tetapi juga sebagai persiapan infrastruktur menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi di Kabupaten Kayong Utara yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
Optimalisasi Sumber Daya Alam dan Tantangan Regulasi
Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menyoroti pentingnya tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) yang lebih optimal. Ia menekankan bahwa pengelolaan SDA harus berlandaskan amanat Pasal 33 UUD 1945, di mana kekayaan alam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Menanggapi tantangan terkait kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, Krisantus mendorong adanya inovasi dan penguatan kolaborasi antar-instansi. Ia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalbar untuk bekerja secara profesional dan berorientasi pada hasil.
"Momentum usia ke-69 ini harus menjadi pelecut semangat bagi ASN untuk memberikan pelayanan terbaik. Kewajiban menjalankan roda pemerintahan dengan transparan dan akuntabel adalah kunci untuk mengejar ketertinggalan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalbar," tegasnya.
Peringatan HUT ke-69 Pemprov Kalbar membawa pesan optimisme. Dengan fokus pada peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur yang merata, Kalimantan Barat bersiap bertransformasi menjadi provinsi yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di kancah nasional.

